Mengapa harus aku yang mengalah?
Tak pernahkah kau berpikir,
Sedikit tentang hatiku?
Q1. Apa kakak harus selalu mengalah?
Q2. Apa orang tua gue (khususnya nyokap) sengaja mengalahkan kebutuhan/kepentingan gue sebagai anak pertama?
Mengapa harus aku yang mengalah?
Tak pernahkah kau berpikir,
Sedikit tentang hatiku?
I dreamed about you last night.
It started with on a beach. Gue lagi main-main di pantai wearing... emmm... bikini. Tapi bukan pantai yang berpasir putih.. Di pinggir laut, los los kios pasar ikan (mungkin) langsung disambung dengan dek-dek kayu basah lapuk yang menjorok ke laut...
Gue lagi main di pinggir dek, sambil buangin baju dalem gue. Err... ini emang aneh banet guys, gue di pinggir pasar ikan, pake bikini, dan buangin baju dalem gue (bra). Disana banyak orang. Tp nggak ada seorangpun yang gue kenal, mereka juga kaya nggak merhatiin gue juga.
Setelah selesai buang semua bra gue, tiba-tiba muncul dari dalem pasar, seseorang bapak-bapak yang sepertinya gue kenal cuman gue nggak inget siapa. Yang pasti gue kenal sama doi. He smiled and weaved his hand towards me. Dibelakangnya, muncul 2 orang lagi yg familiar. 2 orang inu gue tau: tante dan om gue.
Mereka bertiga nyamperin gue dan ngajak gue buat balik ke rumah, semua orang ternyata udah nyari gue kemana-mana. Tapi gue nolak guys. Entah kenapa rasanya gue belum pingin balik. Gue jalan ke tengah laut, sambil lihatin matahari tenggelam. Mereka bertiga diskusi agak jauh, suara ombak bikin suara mereka nggak kedengeran.
Setelah beberapa saat, gue lihat bra bra gue ngapung-ngapung di air laut di sekitar kaki-kaki penyangga dek. Tiba-tiba gue sadar kenapa gue buangin bra gue, akhirnya gue ambilin lagi satu-satu pake ranting kayu yg entah gue dapet dari mana.
Sambil berusaha ambil semua bra gue sebelum hanyut makin jauh, tante gue nyamperin gue yg lagi. Akhirnya dia bilang gue boleh pulang nanti, tapi besok pagi gue harus sudah ada di rumah, tante dan om gue nggak bisa nemenin gue lebih lama lagi, mereka harus balik sekarang. Tapi gue bakal di temenin bapak yang satu lagi. Yang gue harusnya kenal tapi gue lupa siapa.
Terus latar berubah..
Gue ada di kamar dirumah gue guys dan gue tau ini udah hampir pagi. Gue ngerasa ada orang di sebelah gue, cowok. Oke ini memang kedengeran kaya mimpi ngeres, tapi trust me it isn't. Just keep reading...
Posisinya gue tidur di pinggir ranjang, ngadep jalan. Si bapak ini tidur di belakang gue dan entah kenapa gue tau doi ngadep arah yg sama kaya gue. Gue cari tangannya gue tarik biar dia tidur lebih deket ke gue. I feel I want to be in his side a little longer. I know dawn is coming and he need to go in minutes... and somehow I don't want to that happened.
Doi ngerespon. And sepertinya doi nggak tidur. Dia geser posisinya makin dekat ke arah gue. Doi peluk gue dari belakang, he's not really talking but I know what he meant. He said inside my mind: "okay okay, I will stay a little longer. Back to sleep again, darling."
Terus gue ketiduran lagi...
Pas bangun gue juga beneran bangun, gue nangis. Setelah itu gue baru sadar bapak-bapak tadi itu bokap gue. He passed away like 6 years ago... was he visited me last night? I wish.. I really wish... I miss him sooo much.
Puzzle piece....
Oke post gue jadi cinta-cintaan begini. Okelah gapapa deh. Jadi gue mau share cerita cinta 6tahun gue. Remember the guy I talked about last time? I've been with him for almost 6 years. And we're engaged now. So he is my fiance. I met him when I was 15 and we're together after since. Well so this is the story.
He was my best friend' ex. Boom!
And our friendship is doomed. Tapi gue bukan PHO. Mereka putus udah lama. Sekitar satu tahun, dan sohib gue udah punya cowo baru. Baru setelah itu gue deket sama tunangan gue ini (anggap namanya si Koko). Tapi tetep aja, dia berubah setelah tau gue deket sama mantannya.
Oke oke. Dia yang ngenalin gue ke si Koko ini. Gue udah temenan lama di F*cebook, cuman nggak pernah contact (sampe gue sendiri lupa kalo temenan sama doi). Long story short, pada suatu sore di hari yang indah, gue lagi main di rumah sohib gue ini. Tiba-tiba si Koko telpon sohib gue, doi bilang mau nyamperin ke rumah. Sohib gue panik, takut cowonya salah paham, minta gue jangan buru-buru balik dulu. Okelah gue sih fine fine aja.
Disana gue pertama kalinya ketemu doi. Biasa aja sih. I even barely remember his face. But few days later... ada satu pesan baru nangkring di message F*cebook gue. And it's him. Doi basa basi, dan akhirnya kita tukeran nomor hp dan jadi deket, terus jadian, terus pacaran, terus tunangan, terus... terus..
Kembali ke judul: pas gue mulai jalanin hubungan sama doi, gue mulai berubah. Really. 180 deg changed. It's like finally you found your home. You know whete to go, you know what to do. You know how to love him, and he knows how to love you. We're just fit perfectly. Just like a puzzle piece. That's why I let go my friendship and choose him instead. I just knew that he is the one.
Ok now I sound stupid af 😂 well that's my 15yo mind tho! What are you expecting?
And now 6years latter.... I'm not really sure he is the one. Kita sekarang sama-sama sibuk. Gue sibuk kerja, doi juga. Jarang2 banget waktu berdua. Mau chat aja susah. Paling cm saling kasi kabar sesekali.
Andd.. (ok here we go...) there is another man. He captivated me with his charms. He is so mysterious, I am curious to death. He is not making my heart racing, but curiosity is enough to start a fire. And I am so afraid. I'm playing with fire. I need to stop this, I know... but, what if... only if... we are not engaged yet, can I have both of them?
Enough of the babbling, this is going wild.
Dead readers (if any) please leave a comment and share your thoughts! Or things you wanna know abt me. Very appreciated. Bye!
This is the last time I'm asking you this,
Put my name at the top of your list,
This is the last time I'm asking you why,
You break my heart in the blink of an eye.